tak tahan..kesedihan ini makin membendungku..
aku tak tahu harus bagaimana..
perih peri perih..
aku tak dapat pula melupakannya..
ingatan tentangnya begitu mengena dalam benak ku..
terlalu pedih dan pahit..
bola kristal cinta yang berkilauan untuknya..
dengan jutaan rasa di dalamnya..
di selingi kenangan-kenangan manis..
cinta ku padanya..
kini..
kemudian terbentur pengkhianatannya..
menimbulkan retakan demi retakan..
yang semakin lama semakin dalam..
seiring dengan berjalanya waktu..
semakin rapuh..
tapi ku tetap bertahan..
dengan retakan-retakan pilu itu..
dengan air mata di balik senyuman..
tapi kini..
karena engkau..
retakan itu berubah..
hancur..
hancur berkeping tak bersisa..
menjadi serpihan yang bertebaran..
hancur..
kristal cinta dan rasa percaya itu..
tak berbentuk..
benar-benar hancur..
hanya menyisakan serpihan kepedihan kesepian..
yang begitu memilukan..
merujuk dalam hati yang terdalam..
dan ku takut itu akan berujung..
dendam..



